Kesaksian : Henry Simanjuntak

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10218654335610494&id=1261104243

Saya sudah rasakan – Namun Tuhan Baik, saya Menang🌹🙏

Disini saya mau berbagi pengalaman selama berhadapan dengan covid type yang memiliki gejala Demam, batuk, sesak dan badan pegal. Mungkin Kalau baca berita nya Artis kena covid, takut settingan. Mudah2 an bermanfaat buat kita semua.

Tgl 28 Jan, saya merasa Batuk, sesak, punggung pegal dan Badan panas. Namun karena saya merasa mengiykuti protokol kesehatan dengan baik.
sehingga saya pikir ini demam biasa. Karena sebelum nya saya bersama team kehujanan di lapangan. Namun saya lupa, sitress berlebih sekarang bisa memudahkan virus menyerang kita. Sorenya bos saya masih sempat bercanda:”Saya kira kamu adalah orang terkuat fisik nya di team saya”, itu benar, karena saya cukup kekar dan masih mampu lari 20K (mungkin).

Saya masih coba minum obat penurun batuk dan Demam. Minta di urut karena sanhat pegal. Namun tidak terasa turun. Sehingga kita putuskan ke RS untuk check. Dari hasil antigen sudah positif. Begitu negatif, dalam hatiku anak dan Istriku juga adek pasti kena. Tapi Lagi2, Tuhan itu sangat baik. Adek yang saya suruh mijid, Michelle yang selalu nemani papi mereka Negatif. William dan Firman yang sering candain papi nya juga negatif. Istri saya memang sudah di Vaksin yang kedua. Karena tenaga medis. Dia pun Negatif.

Kemudian di lanjutkan dgn PCR. Namun hasil PCR harus menunggu 3 hari. Setelah hasil nya keluar, baru saya percaya saya positif.

Karena demam tinggi tidak turun, batuk dan sesak semakin berat. Akhirya kita putuskan di rawat di RS. Sampai di RS oxigen dalam darah sudah turun. Pengentalan dalam darah juga terjadi. Infus, obat pun mulai masuk.
Namun ketika masuk RS, sudah harus siap hal terburuk. Karena kita sudah harus ttd jika meninggal di RS penguburan dilakukan Pihak RS. Beban sudah mulai muncul. Dan saat masuk RS, ternyata sudah banyak pasien sesak di dalam. Beban kedua muncul. Saat di rawat, tudak bisa bertemu siapapun, beban ketiga. Dan tiap hari ada pasien masuk dan ada yg lewat, beban ke empat. Saat demam dimalam hari lebih 40oC, kita sudah mulai berhalusinasi. Orang yg lama meninggal sudah mulai datang menyambut-beban kelima. Yang paling berat saat kita malas bernafas. Karena pasti batuk. Sehinga kdang2 tersentak dan Jarum infus pun lepas.
Saat di test PCR masih Tetap positif. Beban semakin berat.

Saat alami itu, harapan kita cukup kecil. Untung nya virus tdk menuebar melalui jalur komunikasi sehingga Bawa HP tidak dilarang.
Satu hal yang membuat saya mulai bangkit. Ketika keluarga dengan semangat penuh memberi dukungan. Mereka kirimkan video bahwa mereka menunggu saya dan saya Bisa.
William anak saya paling kecil menangis dengan sedih nya. Menaikkan Adrenalin saya. Ia, saya BISA!!!
Selama di RS hanya bisa bertemu dgn dokter dan Perawat dan petuhas RS. Seolah mereka di training juga meningkatkan immun tubuh. Selalu senyum, tidak marah, tidak menolak, selalu mengajak bicara. Alasan Benar saya harus menang dari virus.
Semua Keluarga, saudara, teman memberi dukungan. Rasanya itu maghnet besar menambah semangat untuk menang. Ketika rekan sekamar dinyatakan bisa pulang, Saya pun dengan semangat Lepas selang Oxigen dari hidung saya. Saya harus pulang dengan Sehat..!!!

pelajaran yg bisa di ambil dari pengalaman saya:

  1. Tetap ikuti protokol 3 M
  2. Jangan percaya dulu saat ini bahwa teman sehat. Tetap ikuti potocol. Jika tidak top urgent, jangan ketemu dgn orang lain.
  3. Tetap jaga stamina. Usahakan jangan Stress dimasa covid. Apapun ceritanya.
  4. Keluarga pemberi imun terbaik
  5. Jika merasa demam, pegal, batuk, langsung periksa ke dokter. Check antingen.
  6. Jika sudah positif covid, tetap positif thinking. Kurangi baca berita covid. Dan langsung di rawat di RS. Itu yang terbaik.
    Tidak semua orang kekuatan tubuh sama. Namun kalau sudah ditangani dokter, pasti sudah lebih aman.
  7. Kalau ada dari kita kena Covid, langsung di support. Itu kekuatan bantin terbaik untuk bertahan.
  8. Sepertinya gejalanya berbeda untuk setiap orang. Jadi jgn sepelekan.

Kadang saya sedih, masih banyak yang tidak perduli dan sepele dengan keberadaan Covid, jangan di ikuti.
Gunakan masker saat ini itu wajib, jika kita tdk mau di panggil segera!
Jangan sepele, karena virus itu disamping kita.

Banyak hal Sedih, susah dan Sulit dilalui selama di rawat di RS.
Sehingga mendorong saya berbagi pengalaman. Dengan tujuan yang belum terinfeksi jangan Sampai kena, sakit.
Cukup sudah hanya sampai di kami korban covid. Kalian tidak akan kuat. Cukup kalian ikuti prokes dgn baik. Lakukan 3M.

Kini saya sudah di nyatakan Negatif oleh RS. Terimakasih Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini bukan karena kekuatan saya🙏
Bagi teman yang sedang berjuang, berjuang lah sekuat tenaga untuk jadi pemenang.
Bagi yang belum kena, berjuang sekuat tenaga untuk tidak kena virus Ini.

Terimakasih saya yang sebesar-besar nya Kepada Team Medis yang dengan rela merawat dengan tulus meski itu harus mempertaruhkan nyawa nya.
Kepada istri dan anak2 juga adek2 ku yang merawat.
Celine dan gearbongnya yang ahli tiktok memberi semangat untuk tertawa.
Kepada seluruh keluarga dengan team creative nya. Juga orang tua dan mertua dengan semua tangisan kesedihan nya.
sahabat, teman kerja, tempat kerja, yang memberi dukungan penuh.
Dan juga semua saudaraku yang meberi doa dan dukungan yg tidak bisa saya sebut satu persatu. Sehat lah kalian semua.

Mencegah KENA COVID lebih baik daripada MENGOBATI🌹🌹🌹

Salam Sehat
🙏🙏🙏

sumber foto : detik.com

By admin