Konblok vs Banjir

Byadmin

Feb 20, 2021

Conblock atau konblok adalah sejenis bata yg terbuat dari semen. Benda ini didisain khusus untuk jalan perumahan atau lapangan, plaza, mall, pedestarian-area pejalan kaki. Sepintas, fungsinya memang untuk itu, tatapi bila kita cari diberbagai jurnal ilmiah para penata lingkungan, arsitek dan lain2, konblok digunakan supaya area resapan air tidak hilang.

Kini, perumahan2 sudah jarang yg menggunakan konblok sebagai jalan. Pengerjaanya lama, mahal, dan lain2 dibanding cor permanen dengan beton atau aspal.

Saya belum sempat mencari UU atau Regulasi pemerintah tentang ini sehingga para developer abai, kalau ada rekan nitizen yg bisa mensharingkan, monggo. Tetapi yang jelas adalah pengembang perumahan lama masih menggunakan konblok di setiap jalannya sementara pengembang sekarang menggunakan beton/cor. Setali tiga uang, karena tidak paham atau tak mau repot, masyarakat, baik lewat dana desa, keluarahan, bahkan swadaya mengganti konblok dengan beton/cor.

Jika kita hitung luas jalan perumahan maka seluas itulah area resapan airnya dengan asumsi menggunakan konblok. Nyatanya, sudah jalananya di cor, gorong2 atau selokan perumahan pun semakin sempit. Kadang tertutup. Alhasil, setiap musim penghujan tiba, kita diperhadapkan pada masalah banjir ini, seolah tak berkesudahan, tak ada solusi.

Setiap tahun pemukiman bertambah dan berbanding terbalik dengan area resapan air, semakin berkurang. Lalu diperparah dengan ulah para pengembang yg menghilangkan konblok di sepanjang jalan perumahan, lengkaplah sudah. Hujan, iklim kita salahkan, sementara hal-hal sederhana kita abaikan.

Banjir oh banjir

By admin